Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Lebih Dari Sekadar Konflik

Dari hari ke hari, berita dari Gaza dan Tepi Barat terus membanjiri media sosial kita. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri:   "Sebenarnya, mengapa kita harus membela Palestina? Apa yang membuat konflik yang jauh di sana menjadi tanggung jawab moral kita di sini?" . I ni untuk mengingatkan kita dengan alasan-alasan yang seringkali terabaikan, mengapa suara kita untuk Palestina tetap penting. Bayangkan jika suatu hari, tanpa alasan yang sah, rumah yang diwariskan turun-temurun pada Anda diduduki paksa oleh orang asing. Anda diusir, keluarga Anda tercerai-berai, dan Anda hidup dalam ketakutan setiap detiknya. Itulah realitas harian yang dialami rakyat Palestina selama beberapa dekade. Sebagai sesama manusia, nurani kitalah yang pertama kali harus berteriak melihat ketidakadilan ini, terlepas dari perbedaan agama, suku, atau bangsa. Banyak yang mengira ini adalah konflik "rumit" antara dua pihak yang setara. Faktanya, menurut hukum inte...

✨Definisi dan Hakikat Manusia✨

Pernahkah kita benar-benar merenung, apa sebenarnya makna menjadi "manusia"? Dalam kesibukan sehari-hari, kita sering lupa bertanya pada diri sendiri tentang esensi keberadaan kita,  tentang siapa kita sebenarnya. Manusia, secara etimologis berasal dari kata Sansekerta  manu  yang berarti makhluk berpikir, didefinisikan dalam KBBI sebagai makhluk berakal budi, dan secara filosofis dipandang sebagai entitas yang tidak hanya "ber-ada" tetapi juga "meng-ada" dengan kesadaran dan kehendak bebasnya.  Dari segi ilmu biologi, manusia dikenal sebagai makhluk paling pintar di bumi. Kita bisa berpikir tentang hal-hal yang rumit, berbicara menggunakan bahasa yang kompleks, serta menciptakan teknologi dan peradaban. Namun, apakah ini sudah cukup menjelaskan siapa kita? Ternyata tidak. Selain sebagai makhluk biologis, manusia juga adalah makhluk sosial.  Seorang filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Artinya, kita membutu...